Kamis, 13 Juni 2013

Mamank itu Lapumai


       Saya itu bukan anak nongkrong, dan saya tidak suka nongkrong. Sekali lagi saya katakan, eh maksud saya tuliskan, saya bukan anak nongkrong. Sampai saya punya sebutan, “Catur si anak nongkrong”. Padahal saya itu cuma suka kongkow bersama teman SMA saya. Kata orang kongkow itu sama saja dengan nongkrong, masa? Kalau begitu ya berarti sama. Semasa saya kelas 3 SMA, saya sering sekali nongkrong bareng anak Mamank. Kalau kalian bertanya apa itu Mamank? Eh maksud saya Siapa itu Mamank? Mamank itu Lapumai. Dialah Mpunya tempat nongkrong saya dan teman-teman saya. Dan anak-anak Mamank itu ya anak Lapumai. Kami sangat berterima kasih pada Mamank karena sudah menyediakan tempatnya untuk kami nongkrong. Mamank bernama Itank. Dan istrinya biasa di pangil cece (baca: dalam logat sunda). Dan Mamank juga sebagai sebutan untuk tempat nongkrongnya. Mamank berlokasi di samping SMA saya, persis disampingnya hanya saja dibatasi oleh kali kecil. Berbentuk warung sederhana yang cukup untuk menampung kami anak Mamank dan para tukang ojek yang biasa mesen kopi di sana. Ada sebagian ruangan di Mamank itu yang bisa di pakai saya atau anak-anak Mamank duduk santai di dalam warung. Daripada di luar, teman saya hampir perokok semua, jadi saya suka memilih di dalam saja.
       Setiap pulang sekolah saya sempatkan ke Mamank, sekalian menunggu jam les. Ketika jam les tiba yang sebenarnya belum tiba, saya berangkat ke tempat les bersama Iyo yang jam lesnya lebih dulu dari saya. Saya menunggu di tempat les untuk selanjutnya. Dan pulang dari tempat les bisa sampai malam karena main dulu. Waktu itu juga saat saya dan teman-teman saya lulus-lulusan, kami mencoret-coret baju, dengan tujuan...............dengan tujuan apa ya sebenarnya? Oh kalau menurut saya hanya untuk kenang-kenangan saja karena mereka menandatangani baju saya. Kami melakukan itu di Mamank, di mana saat itu masih banyak guru yang berkeliaran. Sampai akhirnya kami kena tegor oleh satpam sekolah kami yang melihat kelakuan kami itu. Dan satpam pun mengadukan pada kesiswaan. Tak beberapa lama kemudian dua ibu kesiswaan datang menghampiri kami. Karena saya tidak ingin terkena urusan lagi dengan mereka, saya sembunyi di dalam Mamank. Saya sudah di anggap yang tidak-tidak karena saya sudah pernah ketahuan nongkrong. Mungkin mereka takut saya terpengaruh dengan mereka yang tidak baiknya, padahal itu kan tergantung dari orangnya juga. Saya tidak mudah terpengaruh kalau memang itu untuk perbuatan yang sangat tidak baik. Ya sudah, saya mengintip dari dalam Mamank teman-teman saya kena ceramah. Dan saya baru keluar setelah saya melepas baju seragam saya yang sudah penuh coretan. Daripada saya kena ceramah juga. Setelah diceramahi kami melanjutkan coret mencoret baju di Warkun atau singkatan dari Warung Kuningan, yang terletak di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sambil makan siang juga sekalian. Dan masih banyak kejadian yang ada di Mamank.
Anak Mamank sudah banyak sekali, saya tidak mungkin menyebutkannya satu-satu, karena saya juga tidak ingin. Mungkin beberapa bisa saya sebutkan, seperti Vandra yang biasa saya panggil bang bews. Bews itu artinya bewok, karena Vandra adalah lelaki berbewok. Yang sebenarnya itu bukan bewok, melainkan bulu hidung dan bulu ketek yang sering dia cabuti lalu dia kumpulkan dan di cangkok menjadi bewok. Lalu ada Kutaro, yang di panggil Iyo. Jangan tanya kenapa bernama Kutaro tapi di panggil Iyo, karena saya tidak tahu apa alasannya. Bahkan Iyo pun belom tentu tahu kenapa bisa begitu. Iyo itu cowok sehat bertubuh cungkring, dan SINGLE dengan catatan pernah jadian dengan teman saya yang namanya tidak boleh disebutkan, yaitu Sarah, selama 6 hari. Namun Iyo punya kelebihan pada bakatnya. Dia jago nge-dance, dan cuma itu yang cukup membanggakan dari Iyo. Oh iya, satu lagi kelebihan Iyo, yaitu tulisannya yang hanya dia dan Tuhan yang mengerti. Lalu ada Imam atau Tumin atau Taufik atau Muhammad. Dia lelaki yang tubuhnya berisi atau sedikit gempal. Berwarna kulit sawo kematangan, sangking matangnya sampai berwarna sedikit hitam. Mempunyai wajah yang katanya dia itu tampan, yang sebenarnya tidak bisa dideskripsikan bagaimana wajahnya. Mempunyai pacar yang bernama Woro yang cantik. Sampai sekarang saya heran kenapa Woro bisa jadi pacarnya Imam? Apakah Woro sudah tidak waras? Sadarlah Woroooo!! Kemudian ada Denbra, dia bernama asli Denny. Berambut kribo, yang biasanya di pakai untuk menyelipkan sesuatu. Bahkan dia tidak membutuhkan dompet sebenarnya, karena cukup lah dia letakkan duitnya di rambut, tidak ada yang tahu juga kalau dia menyimpan duit di sana. Seperti hutan belantara rambutnya. Kelebihan yang dimiliki Denny itu selain rambut, dia sempat menjadi atlet taekwondo. Dan yang saya ingat, cerita tentang dia semasa mengikuti lomba taekwondo adalah ketika jarinya dia patah.
Ada Rasil yang biasa di panggil Acil. Cowok yang satu ini bertubuh ideal, hanya saja saat ini dia sedang mengalami kegemukkan. Dia suka mengkhayal, tapi khayalannya terkadang seru dan saya jadi suka ikutan mengkhayal juga. Ada Oni, dia cowok yang sangat kekurangan daging. Tapi kelebihan yang dia punya itu adalah gambar. Saya suka gambar-gambar yang dia buat. Sangat kreatif dan bagus. Itu kelebihan dari Oni, namun kekurangannya adalah otaknya mungkin. Gue prihatin ni, huft~. Ada juga Eky, dia pacar dari teman saya yang bernama Cerly. Kelebihan dari Eky saya tidak tahu, mungkin kelebihan Eky itu adalah kelakuannya. Kelakuannya yang tidak beda jauh beda dengan Oni. Ada Danang, dia lebih sedikit normal dari anak Mamank yang lain, mungkin. Tapi terkadang tidak juga sih. Hanya saja Danang ini jagonya di bidang musik. Saya bisa bengong kalau melihat dia sedang main piano, jago soalnya. Wah iya, ada Viko yang biasanya menjadi partner saya kalau mau kemana-mana. Karena dia sudah kuliah di Bandung, jadi kalau dia sedang di Bekasi saja baru bisa berpartner lagi. Ibu saya pun sudah mengenal Viko. Pernah suatu malam saya baru pulang dari Mamank, yang mana saat itu kalau tidak salah sudah sekitar jam 10an malam. Viko yang bertanggung jawab saat itu, karena dia yang mengajak saya ke Mamank. Yang mana saat itu kebetulan saya belum menginjakkan kaki sama sekali di rumah. Dan dia kena omel habis-habisan oleh bapak dan ibu saya, terima kasih Viko, lain kali lagi ya?
Dan yang satu ini nama panggilannya Payung, entah kenapa dia di panggil Payung. Padahal nama aslinya itu Rizky Annisa, yang aslinya lagi itu Nur. Cewek yang cantik namun sebenarnya itu hanya bohongan. Lalu bertubuh sedikit lebar. Dengan rambut panjang yang suka minta dimainin sama saya. Dan dulu waktu saya belum kenal dia, saya hanya sekedar tahu dia, saya sangat tidak suka dengannya. Entah kenapa kalau melihat Payung tidak ada bagus-bagusnya. Tapi ketika kelas tiga saya malah berteman dengan dia. Sering bareng kalau ke tempat les juga. Dan itulah Payung, yang punya pacar berondong bernama Abiyan Fachri. Dan Fachri punya kembaran yang katanya tidak suka dengan Payung. Saya pikir, kenapa dia harus tidak suka? Kan yang jadi pacarnya si Fachri. Yang satu ini cowok yang sebenarnya ganteng, hanya saja kelakuannya juga sedikit minus. Yang sebenarnya memang anak Mamank berkelakuan minus semua. Dia bernama Ucup, atau Yusuf. Yang terkenal dari dia itu bapaknya yang menjadi kepala sekolah di SMP tetangga yang tidak jauh dari cepetiga. Sya pernah di kira pacaran sama Ucup hanya karena saya pernah ketahuan sedang berpura-pura pacaran dengan Ucup, eh dikiranya pacaran beneran. Sampai guru-guru dan mantan wali kelas saya menanyakan “Catur, gimana sama Ucup?”.

Masih banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan lagi, tapi saya menulis ini sudah mendekati maghrib dan saya harus solat sebagai muslimah yang taat pada agama. Dan sebenarnya juga sudah capek mau menceritakan siapa-siapa lagi, yang sebenarnya masih ada Baber, Seto, Bejo, Fatih, Densoek, Suryo, Irwin, dan masih banyak lagi. Saya tidak sanggup menceritakan semua tentang anak Mamank, karena ada hawa gaib yang menemani saya ketika saya menceritakan mereka. Karena mereka pengikut Eyang Itank. Demi Mamaaaaank!!!!!

2 komentar:

Sahabat Puki mengatakan...

Gilaaa!! Ngakak malem malem ampe ditimpukin warga, dikira merkosa anak orang. Catur.. Lo keren!! :D

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.