Kalo denger kata "dulu" itu pasti berhubungan sama masa lalu, karena gak ada kan kita mau nyeritain buat yang bakal kita kerjain di masa depan pake kata "dulu". Tapi bisa juga sih sebenernya, kan terserah kita kan mau ngeluarin kata-kata pake kata apa? Jadi intinya, saya juga gak tau apa maksud dari yang saya tulis. Tapi "dulu" saya pernah punya kelinci, ada dua tuh kelincinya, yang satu warnanya hitam, yang satu lagi warnanya putih. Eh tapi yang warna putih mati "dulu"an gara-gara apa saya juga gak tau, saya gak sempet nanya waktu itu, dia udah mati "dulu"an. Sempet sedih, sama kayak apa yang dirasain sama si kelinci hitam, karena yang biasanya berdua jadi sendirian. Apa lagi kalau ditinggalnya dikarenakan mati, berasa sedihnya tuh sampe mendalam sekali gitu kayaknya.
Selesai tentang kelinci, "dulu" saya juga pernah waktu SD lagi pulang sekolah tuh, di jalan, ketemu sama bocah SD juga yang sepertinya di bawah saya beberapa tahun. Tapi dia keliatan bandel banget. Pas saya lagi jalan tenang-tenang ada itu bocah sambil bawa-bawa kadal. Dan "dulu" saya takut sama kadal, sampe sekarang juga masih takut sih sebenernya. Tapi pas banget juga "dulu" itu saya lagi bawa raket, soalnya abis ada materi badminton di pelajaran olahraga. Nah bener aja dugaan saya, pasti itu bocah mau melempari saya sama itu kadal "dulu". Secepat kilat tangan saya merefleks nangkis itu kadal pake raket yang saya bawa "dulu". Terlempar lah itu kadal lumayan jauh. Sedikit merasa kasihan juga sama kadal yang "dulu" itu. Tapi mau gimana lagi? "dulu" udah terlanjur saya lakuin. Mau minta maaf sama kadalnya, lagi-lagi dia udah kelempar "dulu"an. Dan tidak sempat meminta maaf.
"Dulu" tuh satu kata yang simpel, tapi bisa membawa kita ke berbagai masa. Tapi sekarang ada mantan pengamen cilik yang bikin lagu pake kata "dulu" lho. Banyak pula kata "dulu"nya. Gak kepikiran apa tuh buat bikin lagu pake kata yang lain? kenapa harus "dulu"? Kenapa gak waktu itu? Atau dahulu? Senggaknya bukan kata "dulu". Tapi sebenernya kenapa saya harus komentar tentang itu lagu "dulu" sih? Ngomongin lagu "dulu", gak tau kenapa dari "dulu" saya udah tertarik sama lagu dari band terkenal pada zaman "dulu", yaitu The Beatles. Lagu mereka tuh seakan menyihir saya buat suka sama lagu mereka yang "dulu". Karena gak ada yang sekarang jadi saya sukanya yang "duu". Selain lagu "dulu"nya itu keren dan enak di denger, mereka "dulu" juga masih ganteng-ganteng banget personilnya. Apa lagi yang namanya Paul McCartney. Duh, mukanya gak nahan banget buat bilang dia itu lucu, menarik, atau manis, atau ganteng. Karena memang "dulu" keyataannya begitu. Tapi sekarang udah tua sekali, udah gemuk, udah keriput, tapi tetap dimata saya dia menarik.
Selesai tentang mantan pengamen cilik dan The Beatles. Sekarang atau "dulu" akan tetap sama jika anda gak mau merubah apa yang ada di masa "dulu". "Dulu" itu bisa menyenangkan atau tidak, namun tetap harus berubah karena kita harus maju dan terus maju ke depan, bukan ke belakang yang akan menyebabkan kita bertemu dengan yang "dulu". Menyenangkannya dari yang "dulu" itu bila ada teman lama, yang "dulu" pernah main bersama, kita mengingatnya dia pernah begini, dia pernah begitu dan lain-lain. Sekali lagi saya ingatkan, "dulu" itu tidaklah selalu menyedihkan. Karena saya juga tidak tahu kapan mengingatkan kalian semua tentang "dulu" itu tidak selalu menyedihkan. Jadi, gak penting juga lah ngebahas yang "dulu" melulu. Soalnya saya gak mau jadi yang "dulu" saya maunya jadi yang "duluan" bukan "dulu". Tapi gak mungkin ada sekarang kalo gak ada "dulu". Jadi, terima kasih "dulu".
Karena sekarang udah bukan "dulu", saya mau pipis "dulu" aja deh. Daripada nanti saya ngompol kayak "dulu" masih kecil, mending saya pipis "dulu" aja lah ya? Sesudah pipis "dulu", jangan lupa buat cebok "dulu", jangan belom cebok tapi udah keluar kamar mandi, jorok itu namanya. Bagaimana cara saya pipis itu tidaklah penting, karena dari "dulu" yang namanya pipis itu pasti mengeluarkan air seni dari lubang khusus. Jangan bertanya dimana letak lubang khusus tersebut, karena saya tidak mungkin menjelaskan secara detail disini, apalagi menjelaskan menggunakan gambar. Kalau kata orang "dulu" itu suatu hal tabu. Kenapa saya masih terus menulis kalau takut ngompol seperti "dulu"? Pikirin yang sekarang aja lah "dulu" ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar