Rabu, 24 Oktober 2012

Si Ganteng #part1

Waktu itu, waktu gue masih kelas 2 SMA, gue masuk di kelas 11 IPS 1. Memulai lembaran baru di kelas baru. Gue udah ngira gue bakal masuk IPS, karena gue udah gak kuat ngadepin yang namanya pelajaran fisika, kimia, biologi, ya ampuuuun itu kalo gue punya jin terus ngasih 3 permintaan, salah satunya gue minta supaya pelajaran itu di hapus dari dunia pendidikan hahahahaha
nah waktu itu seperti biasa lah, gue masih jadi anak jaim...secara gue emang gitu orangnya, jaim disini juga maksudnya sekalian merhatiin sikap anak-anak sekelas yang kira-kira bakal cocok sama gue siapa gitu, ternyata gue bisa tuh akhirnya berbaur sama semuanya. Di awal semester, gue masih belom bisa nginget semua nama temen-temen gue. Sampe akhirnya gue gak sadar ada seseorang yang bisa mengetuk pintu hati gue (jiahelah bahasanye wkwk). Gue sama sekali gak kenal dia waktu masih di kelas 10, jangankan kenal, liat dia aja juga belom pernah. Dia itu seorang cowok yang cool banget deh pokoknya, dari gayanya itu kalo liat dia jalan bisa bikin cewek melting, udah kayak model jalannya. Saat itu pelajaran SOSIOLOGI, dimana waktu itu disuruh buat mengenal satu sama lain di kelas. Kita di suruh buat nanya asal kelas waktu kelas 10, orang dari daerah mana, plus nama temen-temen sekelas. Nah karena waktu itu gue bener-bener gak sadar gue sekelas sama orang seganteng dia, jadi gue sama sekali gak nanya dia. gue nanya temen-temen gue yang lain. Eh gak taunya dia dateng duluan nanya gue. Dia tanya, dan hebatnya dia udah tau nama gue, padahal gue gak tau nama dia. Dia nanya begini, "tur, lo dari daerah mana?" gue rada kaget, gue jawab tuh, "hah? gue lampung, lo?" dia jawab lagi secara singkat, "padang", gue kurang denger waktu itu, gue tanya lagi dia dari padang apa bukan, takut salah denger, dia cuma ngangguk doang, trus gue bilang aja makasiiih.
Lama kelamaan gue sama dia pernah beberapa kali ngobrol, tapi tetep aja gue belom sadar kalo dia ganteng. Gue cuma sekedar tau kalo gue punya temen kayak dia, dan dia pun sebaliknya. Sambil semakin mengenal yang lain, gue udah lumayan berbaur tuh, udah makin nambah temennya. Pas udah pertengahan semester pertama, kelas gue dapet tugas BAHASA INDONESIA, dimana kita harus membuat sebuah drama. Disebutin deh tuh nama-nama anggota kelompoknya, gue lupa gue kelompok berapa waktu itu, tapi yang jelas ternyata oh ternyata, gue sekelompok sama si ganteng. Dari situ gue baru sadar kalo dia ganteng, dia cool, asik juga orangnya. Gue mulai jadi sering ngobrol sama dia, dari ngomongin tugas, naskah, mau bikin tentang apa dramanya, sampe yang di luar tugas ngomonginnya. Tapi karena dia terlalu cool itu, gak begitu banyak juga sih obrolan sama dia. Dari situ gue mulai naro rasa nih sama dia.
Beberapaminggu kemudian, sekolah lagi ngikutin program O2SN, itu kayak lomba antar sekolah gitu, lebih tepatnya lomba-lomba keolahragaan. nah si ganteng itu dia ketua ekskul badminton di sekolah, otomatis dia ngikut dong. Gue denger dia masuk 8 besar. Dia jadi sering izin, keluar buat tanding. Waktu itu gue lagi mau ngadain latihan dramanya, latihannya di rumah gue. anak-anak yang lain pada dateng, tapi si ganteng bilang dia bakal telat datengnya, gara-gara mau latihan badminton dulu. Tapi temen-temen yang lain udah dateng dari sekitar jam 4an, udah ngomongin mau bikin drama kayak apa, perannya jadi siapa-siapa aja, nah sambil juga mereka nunggu si ganteng sampe akhirnya satu persatu pulang. Sekitar jam setengah tujuh 2 temen gue masih di rumah gue, tapi akhirnya mereka mutusin buat pulang. Yaudah gue bilang aja nanti kalo si ganteng dateng gue yang jelasin kita mau bikin drama yang kayak gimana, akhirnya mereka pulang dan tinggal gue sendiri yang nunggu si ganteng dengan jantung yang sedikit cenat-cenut. Handphone gue bunyi, gak taunya si ganteng nelpon. Dia bilang udah deket rumah gue, yaudah gue bilang gue tunggu di luar pager, biar nanti dia gampang nyari rumah guenya. Gak lama kemudian dia nongol tuh. Gue ajak masuk, duduk di teras doang, soalnya dia gak mau masuk katanya sih gak enak sama bokap nyokap gue. Udah deh tuh, kita ngomongin tugas drama kita. Dan disaat itu pula gue merhatiin dia mulu, dia ngomong apa gue dengerin baek-baek, gimana tampang dia gue pantengin terus, bener-bener bersyukur deh gue bisa sekelompok sama dia. Malam itu adalah malam yang beruntung banget buat gue.
(bersambung......ke si Ganteng #part2)

Selasa, 16 Oktober 2012

Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Konsep IBD dalam Kesusastraan

Manusia wajib mengenal sastra sebab sastra adalah sebuah pengaspresiasikan diri untuk diteladani. Sastra juga menuntut manusia agar manusia mau mempelajari sastra terutama sastra Indonesia. Manusa diberi akal dan pikiran untuk meneladani sastra dengan wujud pengenalan, kesenangan dan  keseringan menulis agar manusia mempunyai daya tarik tersindiri dalam dunia sastra.
Sastra dalam arti khusus yang kita biasa gunakan dalam kebudayaan adalah ekspresi dan isi hati dari perasaan manusia yang diungkapkan dalam bentuk gagasan gagasan cerdas yang dituangkan dalam bentuk sesuatu hal yang mencerminkan sebuah keindahan, Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra.
1. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
·         Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
·         Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
·         Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
·         Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
 Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Abdul Chaer dan Leonie dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, di mana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan. namun Masinambouw  menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu.

   Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :

  1.      Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .2.      Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .3.      Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

sumber : google.com

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Manusia dan Kebudayaan

.Manusia sangat terkait dengan adanya kebudayaan, karena kebudayaan itu tercipta dimana manusia berada. dan kebudayaan dilestarikan sebagaimana mestinya secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta. 
            Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. 

  • Manusia
Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satusama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan( politik ). Dan lain sebagainya.

  • Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

Tiga unsur kebudayaan universal :

1. Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
3. Sistem Pengetahuan
Pengetahuan
diambil dari http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2009/02/knowledge-paradigm.jpg
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.