Saya itu bukan anak nongkrong, dan saya
tidak suka nongkrong. Sekali lagi saya katakan, eh maksud saya tuliskan, saya
bukan anak nongkrong. Sampai saya punya sebutan, “Catur si anak nongkrong”. Padahal
saya itu cuma suka kongkow bersama teman SMA saya. Kata orang kongkow itu sama
saja dengan nongkrong, masa? Kalau begitu ya berarti sama. Semasa saya kelas 3
SMA, saya sering sekali nongkrong bareng anak Mamank. Kalau kalian bertanya apa
itu Mamank? Eh maksud saya Siapa itu Mamank? Mamank itu Lapumai. Dialah Mpunya
tempat nongkrong saya dan teman-teman saya. Dan anak-anak Mamank itu ya anak
Lapumai. Kami sangat berterima kasih pada Mamank karena sudah menyediakan
tempatnya untuk kami nongkrong. Mamank bernama Itank. Dan istrinya biasa di
pangil cece (baca: dalam logat sunda). Dan Mamank juga sebagai sebutan untuk
tempat nongkrongnya. Mamank berlokasi di samping SMA saya, persis disampingnya
hanya saja dibatasi oleh kali kecil. Berbentuk warung sederhana yang cukup
untuk menampung kami anak Mamank dan para tukang ojek yang biasa mesen kopi di
sana. Ada sebagian ruangan di Mamank itu yang bisa di pakai saya atau anak-anak
Mamank duduk santai di dalam warung. Daripada di luar, teman saya hampir
perokok semua, jadi saya suka memilih di dalam saja.
Setiap pulang sekolah saya sempatkan ke
Mamank, sekalian menunggu jam les. Ketika jam les tiba yang sebenarnya belum
tiba, saya berangkat ke tempat les bersama Iyo yang jam lesnya lebih dulu dari
saya. Saya menunggu di tempat les untuk selanjutnya. Dan pulang dari tempat les
bisa sampai malam karena main dulu. Waktu itu juga saat saya dan teman-teman
saya lulus-lulusan, kami mencoret-coret baju, dengan
tujuan...............dengan tujuan apa ya sebenarnya? Oh kalau menurut saya
hanya untuk kenang-kenangan saja karena mereka menandatangani baju saya. Kami
melakukan itu di Mamank, di mana saat itu masih banyak guru yang berkeliaran.
Sampai akhirnya kami kena tegor oleh satpam sekolah kami yang melihat kelakuan
kami itu. Dan satpam pun mengadukan pada kesiswaan. Tak beberapa lama kemudian
dua ibu kesiswaan datang menghampiri kami. Karena saya tidak ingin terkena
urusan lagi dengan mereka, saya sembunyi di dalam Mamank. Saya sudah di anggap
yang tidak-tidak karena saya sudah pernah ketahuan nongkrong. Mungkin mereka
takut saya terpengaruh dengan mereka yang tidak baiknya, padahal itu kan
tergantung dari orangnya juga. Saya tidak mudah terpengaruh kalau memang itu
untuk perbuatan yang sangat tidak baik. Ya sudah, saya mengintip dari dalam Mamank
teman-teman saya kena ceramah. Dan saya baru keluar setelah saya melepas baju
seragam saya yang sudah penuh coretan. Daripada saya kena ceramah juga. Setelah
diceramahi kami melanjutkan coret mencoret baju di Warkun atau singkatan dari
Warung Kuningan, yang terletak di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sambil makan
siang juga sekalian. Dan masih banyak kejadian yang ada di Mamank.
Anak Mamank sudah banyak sekali, saya tidak
mungkin menyebutkannya satu-satu, karena saya juga tidak ingin. Mungkin
beberapa bisa saya sebutkan, seperti Vandra yang biasa saya panggil bang bews.
Bews itu artinya bewok, karena Vandra adalah lelaki berbewok. Yang sebenarnya
itu bukan bewok, melainkan bulu hidung dan bulu ketek yang sering dia cabuti
lalu dia kumpulkan dan di cangkok menjadi bewok. Lalu ada Kutaro, yang di
panggil Iyo. Jangan tanya kenapa bernama Kutaro tapi di panggil Iyo, karena
saya tidak tahu apa alasannya. Bahkan Iyo pun belom tentu tahu kenapa bisa
begitu. Iyo itu cowok sehat bertubuh cungkring, dan SINGLE dengan catatan
pernah jadian dengan teman saya yang namanya tidak boleh disebutkan, yaitu
Sarah, selama 6 hari. Namun Iyo punya kelebihan pada bakatnya. Dia jago
nge-dance, dan cuma itu yang cukup membanggakan dari Iyo. Oh iya, satu lagi
kelebihan Iyo, yaitu tulisannya yang hanya dia dan Tuhan yang mengerti. Lalu
ada Imam atau Tumin atau Taufik atau Muhammad. Dia lelaki yang tubuhnya berisi
atau sedikit gempal. Berwarna kulit sawo kematangan, sangking matangnya sampai
berwarna sedikit hitam. Mempunyai wajah yang katanya dia itu tampan, yang
sebenarnya tidak bisa dideskripsikan bagaimana wajahnya. Mempunyai pacar yang
bernama Woro yang cantik. Sampai sekarang saya heran kenapa Woro bisa jadi
pacarnya Imam? Apakah Woro sudah tidak waras? Sadarlah Woroooo!! Kemudian ada
Denbra, dia bernama asli Denny. Berambut kribo, yang biasanya di pakai untuk
menyelipkan sesuatu. Bahkan dia tidak membutuhkan dompet sebenarnya, karena
cukup lah dia letakkan duitnya di rambut, tidak ada yang tahu juga kalau dia
menyimpan duit di sana. Seperti hutan belantara rambutnya. Kelebihan yang
dimiliki Denny itu selain rambut, dia sempat menjadi atlet taekwondo. Dan yang
saya ingat, cerita tentang dia semasa mengikuti lomba taekwondo adalah ketika
jarinya dia patah.
Ada Rasil yang biasa di panggil Acil. Cowok yang
satu ini bertubuh ideal, hanya saja saat ini dia sedang mengalami kegemukkan.
Dia suka mengkhayal, tapi khayalannya terkadang seru dan saya jadi suka ikutan
mengkhayal juga. Ada Oni, dia cowok yang sangat kekurangan daging. Tapi kelebihan
yang dia punya itu adalah gambar. Saya suka gambar-gambar yang dia buat. Sangat
kreatif dan bagus. Itu kelebihan dari Oni, namun kekurangannya adalah otaknya
mungkin. Gue prihatin ni, huft~. Ada juga Eky, dia pacar dari teman saya yang
bernama Cerly. Kelebihan dari Eky saya tidak tahu, mungkin kelebihan Eky itu
adalah kelakuannya. Kelakuannya yang tidak beda jauh beda dengan Oni. Ada
Danang, dia lebih sedikit normal dari anak Mamank yang lain, mungkin. Tapi
terkadang tidak juga sih. Hanya saja Danang ini jagonya di bidang musik. Saya
bisa bengong kalau melihat dia sedang main piano, jago soalnya. Wah iya, ada
Viko yang biasanya menjadi partner saya kalau mau kemana-mana. Karena dia sudah
kuliah di Bandung, jadi kalau dia sedang di Bekasi saja baru bisa berpartner
lagi. Ibu saya pun sudah mengenal Viko. Pernah suatu malam saya baru pulang
dari Mamank, yang mana saat itu kalau tidak salah sudah sekitar jam 10an malam.
Viko yang bertanggung jawab saat itu, karena dia yang mengajak saya ke Mamank. Yang
mana saat itu kebetulan saya belum menginjakkan kaki sama sekali di rumah. Dan
dia kena omel habis-habisan oleh bapak dan ibu saya, terima kasih Viko, lain
kali lagi ya?
Dan yang satu ini nama panggilannya Payung, entah
kenapa dia di panggil Payung. Padahal nama aslinya itu Rizky Annisa, yang
aslinya lagi itu Nur. Cewek yang cantik namun sebenarnya itu hanya bohongan.
Lalu bertubuh sedikit lebar. Dengan rambut panjang yang suka minta dimainin
sama saya. Dan dulu waktu saya belum kenal dia, saya hanya sekedar tahu dia,
saya sangat tidak suka dengannya. Entah kenapa kalau melihat Payung tidak ada
bagus-bagusnya. Tapi ketika kelas tiga saya malah berteman dengan dia. Sering
bareng kalau ke tempat les juga. Dan itulah Payung, yang punya pacar berondong
bernama Abiyan Fachri. Dan Fachri punya kembaran yang katanya tidak suka dengan
Payung. Saya pikir, kenapa dia harus tidak suka? Kan yang jadi pacarnya si
Fachri. Yang satu ini cowok yang sebenarnya ganteng, hanya saja kelakuannya
juga sedikit minus. Yang sebenarnya memang anak Mamank berkelakuan minus semua.
Dia bernama Ucup, atau Yusuf. Yang terkenal dari dia itu bapaknya yang menjadi
kepala sekolah di SMP tetangga yang tidak jauh dari cepetiga. Sya pernah di
kira pacaran sama Ucup hanya karena saya pernah ketahuan sedang berpura-pura
pacaran dengan Ucup, eh dikiranya pacaran beneran. Sampai guru-guru dan mantan
wali kelas saya menanyakan “Catur, gimana sama Ucup?”.
Masih banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan
lagi, tapi saya menulis ini sudah mendekati maghrib dan saya harus solat
sebagai muslimah yang taat pada agama. Dan sebenarnya juga sudah capek mau
menceritakan siapa-siapa lagi, yang sebenarnya masih ada Baber, Seto, Bejo,
Fatih, Densoek, Suryo, Irwin, dan masih banyak lagi. Saya tidak sanggup
menceritakan semua tentang anak Mamank, karena ada hawa gaib yang menemani saya
ketika saya menceritakan mereka. Karena mereka pengikut Eyang Itank. Demi
Mamaaaaank!!!!!
2 komentar:
Gilaaa!! Ngakak malem malem ampe ditimpukin warga, dikira merkosa anak orang. Catur.. Lo keren!! :D
Posting Komentar