Saat ini kita akan berbicara
mengenai keinginan karir kita di masa depan. Semua orang secara sadar ataupun
tidak pastilah sebenarnya mempunyai keinginan untuk menjadi sesuatu di masa
depannya. Dan keinginan itu pun berbeda-beda dan biasanya beberapa orang
mempunyai keinginan yang berubah-ubah pula. Saya pun termasuk mempunyai keinginan
yang berubah-ubah namun tidak banyak berubah. Sejak kecil sampai saya menginjak
bangku SMA kelas 10, saya masih bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Namun,
seiring berjalannya waktu, saya mempelajari pelajaran yang mana harus dikuasai
oleh seorang dokter, saya merasa tidak mampu dengan pelajaran itu saya pun
memikirkan ingin mengganti keinginan saya di masa depan tersebut. Menginjak kelas
11, saya masuk di jurusan IPS. Dan ternyata saya lebih cocok disana. Saya suka
pelajaran-pelajaran sosial, saya suka dengan interaksi sosial, dan saya pun
mencara referensi kira-kira dari jurusan IPS saya bisa melanjutkan studi di
bidang apa saat kuliah nanti? Setelah menemukannya, yaitu bidang Psikologi,
saya memutuskan untuk menjadi seorang Psikolog.
Psikolog sendiri mempunyai
pengertian bahwa psikolog adalah seorang sarjana psikologi yang telah menempuh
studi program akademik (sarjana) dan melanjutkan pada program profesi psikolog.
Lantas apa yang menjadi perhatian atau fokus utama dari seorang psikolog?
Psikologi sendiri merupakan suatu ilmu mengenai perilaku manusia. Dengan
demikian, keahlian seorang psikolog adalah menganalisa perilaku dalam upaya
untuk memahami karakter individu maupun
kelompok. Lebih sederhananya, bila seorang dokter dekat dengan masalah
kesehatan fisik, maka segala hal yang terkait dengan perilaku manusia merupakan
hal yang dipelajari oleh seorang psikolog. Tidak jarang, orang-orang menganggap
psikolog sebagai peramal, orang yang ahli memecahkan masalah atau bahkan
dianggap sebagai dokter yang menangani pasien sakit jiwa. Terkait dengan adanya
penilaian yang keliru tentang profesi psikolog yang identik dengan masalah
kejiwaan, hal ini membuat orang menjadi enggan untuk menemui psikolog karena
takut dianggap 'gila' oleh orang lain. Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya, peran psikolog adalah membantu memahami perilaku manusia, apapun
bentuk perilaku itu, jadi tidak hanya sebatas masalah kejiwaan saja. Justru
bila hal tersebut berkaitan dengan masalah kejiwaan, profesi yang dinilai lebih
ahli adalah psikiater (sebutan untuk dokter yang mengambil spesialisasi
kejiwaan).
Bila seorang dokter
menggunakan alat seperti jarum suntik, stetoskop, atau memberikan obat atas
penyakit pasien, seorang psikolog bekerja dengan cara yang sederhana yaitu
mengajak klien berbicara. Inilah yang disebut dengan konsultasi, seseorang
datang menemui psikolog, kemudian bila mereka tengah menghadapi suatu masalah,
psikolog akan mendengarkan - kemampuan yang harus dimiliki psikolog, dan
memahami keadaan klien serta bersama-sama akan diupayakan jalan keluar atas
masalah tersebut. Selain konsultasi, psikolog terkadang menggunakan berbagai
alat tes (misalnya tes IQ) dalam rangka melengkapi data tentang pasien.
Pekerjaan kedua yang saya
inginkan adalah cukup menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anak-anak
saya nanti. Seperti ibu saya yang perannya sangat baesar dan baik dalam
kehidupan keluarga saya. Beliau mampu mengurus 4 anaknya yang sekarang tiga
dari empat anaknya sudah mempunyai keluarga masing-masing dan sudah mempunyai
pekerjaan masing-masing pula dengan sebelumnya telah berhasil lulus dari
perguruan tinggi. Begitu lah peran beliau di keluarga saya, maka dari itu saya
pun ingin menjadi seperti beliau pula, yang mampu mengurusi empat anak juga
seorang suaminya dengan baik.
Sumber :
Nama : Catur Sekar Kinasih
Kelas : 4pa12
NPM : 11512561
Tidak ada komentar:
Posting Komentar