Jumat, 01 Januari 2016

Keinginan Karir Kita di Masa Depan (Tugas 3)

Saat ini kita akan berbicara mengenai keinginan karir kita di masa depan. Semua orang secara sadar ataupun tidak pastilah sebenarnya mempunyai keinginan untuk menjadi sesuatu di masa depannya. Dan keinginan itu pun berbeda-beda dan biasanya beberapa orang mempunyai keinginan yang berubah-ubah pula. Saya pun termasuk mempunyai keinginan yang berubah-ubah namun tidak banyak berubah. Sejak kecil sampai saya menginjak bangku SMA kelas 10, saya masih bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mempelajari pelajaran yang mana harus dikuasai oleh seorang dokter, saya merasa tidak mampu dengan pelajaran itu saya pun memikirkan ingin mengganti keinginan saya di masa depan tersebut. Menginjak kelas 11, saya masuk di jurusan IPS. Dan ternyata saya lebih cocok disana. Saya suka pelajaran-pelajaran sosial, saya suka dengan interaksi sosial, dan saya pun mencara referensi kira-kira dari jurusan IPS saya bisa melanjutkan studi di bidang apa saat kuliah nanti? Setelah menemukannya, yaitu bidang Psikologi, saya memutuskan untuk menjadi seorang Psikolog.

Psikolog sendiri mempunyai pengertian bahwa psikolog adalah seorang sarjana psikologi yang telah menempuh studi program akademik (sarjana) dan melanjutkan pada program profesi psikolog. Lantas apa yang menjadi perhatian atau fokus utama dari seorang psikolog? Psikologi sendiri merupakan suatu ilmu mengenai perilaku manusia. Dengan demikian, keahlian seorang psikolog adalah menganalisa perilaku dalam upaya untuk memahami  karakter individu maupun kelompok. Lebih sederhananya, bila seorang dokter dekat dengan masalah kesehatan fisik, maka segala hal yang terkait dengan perilaku manusia merupakan hal yang dipelajari oleh seorang psikolog. Tidak jarang, orang-orang menganggap psikolog sebagai peramal, orang yang ahli memecahkan masalah atau bahkan dianggap sebagai dokter yang menangani pasien sakit jiwa. Terkait dengan adanya penilaian yang keliru tentang profesi psikolog yang identik dengan masalah kejiwaan, hal ini membuat orang menjadi enggan untuk menemui psikolog karena takut dianggap 'gila' oleh orang lain. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, peran psikolog adalah membantu memahami perilaku manusia, apapun bentuk perilaku itu, jadi tidak hanya sebatas masalah kejiwaan saja. Justru bila hal tersebut berkaitan dengan masalah kejiwaan, profesi yang dinilai lebih ahli adalah psikiater (sebutan untuk dokter yang mengambil spesialisasi kejiwaan).

Bila seorang dokter menggunakan alat seperti jarum suntik, stetoskop, atau memberikan obat atas penyakit pasien, seorang psikolog bekerja dengan cara yang sederhana yaitu mengajak klien berbicara. Inilah yang disebut dengan konsultasi, seseorang datang menemui psikolog, kemudian bila mereka tengah menghadapi suatu masalah, psikolog akan mendengarkan - kemampuan yang harus dimiliki psikolog, dan memahami keadaan klien serta bersama-sama akan diupayakan jalan keluar atas masalah tersebut. Selain konsultasi, psikolog terkadang menggunakan berbagai alat tes (misalnya tes IQ) dalam rangka melengkapi data tentang pasien.

Pekerjaan kedua yang saya inginkan adalah cukup menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anak-anak saya nanti. Seperti ibu saya yang perannya sangat baesar dan baik dalam kehidupan keluarga saya. Beliau mampu mengurus 4 anaknya yang sekarang tiga dari empat anaknya sudah mempunyai keluarga masing-masing dan sudah mempunyai pekerjaan masing-masing pula dengan sebelumnya telah berhasil lulus dari perguruan tinggi. Begitu lah peran beliau di keluarga saya, maka dari itu saya pun ingin menjadi seperti beliau pula, yang mampu mengurusi empat anak juga seorang suaminya dengan baik.

Sumber :

Nama : Catur Sekar Kinasih
Kelas : 4pa12

NPM : 11512561

Tidak ada komentar: